Memulai Dari Mana ?
"Dalam tulisan ini saya akan menuliskan apa yang terlintas pertama kali keluar dari pikiran saya, jadi tidak ada filter ataupun backspace untuk penulisan kata kecuali pembenaran Typo"
Memilih manusia sama dengan memilih sebuah keranjang diantara ratusan keranjang lainnya, manusia hanya bisa terima saja diberikan tugas untuk memilih hal tersebut.
Manusia bukan sebuah mahluk yang tidak dapat diartikan ke dalam kata - kata ataupun cinta, yang terjadi saat ini adalah manusia hendak mengendalikan manusia lainnya melalui rantai persahabatan, pertemanan, dan juga kekuasaan. Hidup manusia bergantung pada sesamanya dan begitu pula hidup hewan bergantung pada sesamaanya. Manusia mahluk sosial bukanlah sebuah keajaiban, melainkan sebuah kemampuan yang ada pada setiap mahluk untuk bergantung dengan sesamanya. Keanehan pada diri manusia mana lagi ?
Kehendak kita untuk memulai kehidupan yang baru tidak akan pernah bisa dimulai saat ketika manusia lainnya tetap berada dalam diri kita atau malah manusia lainnya tidak ada dalam diri kita. Jadi kunci untuk berubah bukanlah pada diri sendiri melainkan pada ada tidaknya manusia di dalam diri kita yang mampu menggerakan diri kita sendiri.
Mitos mengatakan bahwa manusia terlahir dalam zaman yang susah, zaman dimana mereka diberi dengan tubuh atau fisik yang sangat lemah jika dibandingkan mahluk lainnya. Ya sudahlah manusia pun akan tetap pasrah menunggu untuk dimatikan oleh Sang Pencipta.
Buku buku yang dibuat manusia tiada yang lebih bermanfaat jika dibandingkan dengan pengalaman yang tak pernah bisa terdokumentasikan dengan baik oleh ilmu yang sulit diterima oleh akal sehat. Roh manusia Roh hewan Roh tumbuhan semua memiliki ciri khas yang tak akan bisa diterima oleh akal sehat setiap mahluk yang berbeda. Mana ada roh hewan ? akal sehat pun semestinya akan bertanya akan kejelasan hal tersebut.
Mari manusia tetap bersihtegang untuk tidak mengedepankan ego, ego tidak lain adalah sarana bagi manusia untuk bisa menjaga eksistensi dirinya
Memilih manusia sama dengan memilih sebuah keranjang diantara ratusan keranjang lainnya, manusia hanya bisa terima saja diberikan tugas untuk memilih hal tersebut.
Manusia bukan sebuah mahluk yang tidak dapat diartikan ke dalam kata - kata ataupun cinta, yang terjadi saat ini adalah manusia hendak mengendalikan manusia lainnya melalui rantai persahabatan, pertemanan, dan juga kekuasaan. Hidup manusia bergantung pada sesamanya dan begitu pula hidup hewan bergantung pada sesamaanya. Manusia mahluk sosial bukanlah sebuah keajaiban, melainkan sebuah kemampuan yang ada pada setiap mahluk untuk bergantung dengan sesamanya. Keanehan pada diri manusia mana lagi ?
Kehendak kita untuk memulai kehidupan yang baru tidak akan pernah bisa dimulai saat ketika manusia lainnya tetap berada dalam diri kita atau malah manusia lainnya tidak ada dalam diri kita. Jadi kunci untuk berubah bukanlah pada diri sendiri melainkan pada ada tidaknya manusia di dalam diri kita yang mampu menggerakan diri kita sendiri.
Mitos mengatakan bahwa manusia terlahir dalam zaman yang susah, zaman dimana mereka diberi dengan tubuh atau fisik yang sangat lemah jika dibandingkan mahluk lainnya. Ya sudahlah manusia pun akan tetap pasrah menunggu untuk dimatikan oleh Sang Pencipta.
Buku buku yang dibuat manusia tiada yang lebih bermanfaat jika dibandingkan dengan pengalaman yang tak pernah bisa terdokumentasikan dengan baik oleh ilmu yang sulit diterima oleh akal sehat. Roh manusia Roh hewan Roh tumbuhan semua memiliki ciri khas yang tak akan bisa diterima oleh akal sehat setiap mahluk yang berbeda. Mana ada roh hewan ? akal sehat pun semestinya akan bertanya akan kejelasan hal tersebut.
Mari manusia tetap bersihtegang untuk tidak mengedepankan ego, ego tidak lain adalah sarana bagi manusia untuk bisa menjaga eksistensi dirinya
Komentar
Posting Komentar